5 Hadits tentang Guru dalam Islam 1. Hadits Pertama كُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ Artinya: Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fiqih, dan ulama. ADVERTISEMENT. Mengutip dari Konsep Birrul Walidain karya Luky Hasnijar, secara luas arti birrul walidain adalah berbuat baik kepada kedua orangtua, menunaikan hak orangtua dan (kewajiban terhadap) mereka berdua, tetap menaati keduanya, melakukan hal-hal yang membuat mereka senang ,dan menjauhi berbuat buruk terhadap mereka. Terkecuali mereka yang durhaka kepada ayah atau ibu. Maka, Allah akan segera memberi hukumannya di dunia sebelum mereka meninggal. Aisyah r.a. berkata Rasulullah SAW bersabda: "Amal kebajikan yang disegerakan balasannya di dunia adalah berbakti kepada kedua orang tua dan menyambung tali silaturrahmi. Diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda, "Sungguh rugi, sungguh rugi, dan sungguh rugi! Seorang yang mendapati salah satu dari kedua orang tuanya pada usia lanjut atau kedua-duanya, namun ia tidak masuk surga (lantaran tidak berbakti kepadanya)." 5. Hadits Muttafaq 'Alaih. Foto: Unsplash. Dalam Islam, durhaka kepada orang tua termasuk dalam kategori dosa besar. Tidak hanya ancaman di akhirat, hukuman durhaka kepada orang tua bisa saja dipercepat oleh Allah SWT di dunia. Beberapa fenomena kehidupan sehari-hari menunjukkan seseorang yang durhaka kepada orang tuanya hidupnya tidak akan bahagia. judul "Studi Hadits Birrul Walidain (Hadis Sunan Ibn Majah No Indeks 3664 Perspektif Muhammad Nashiruddin Al-Albani)." Penerbit UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah penilaian Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadis tentang berbakti kepada kedua .

hadits tentang durhaka kepada guru